Sore harinya, sekitar pukul 4 sore, Rina sudah tidak tahan lagi. Tubuhnya terasa panas seharian, memeknya masih berdenyut-denyut meski sudah diisi sperma dua kali oleh Andi. Dia masuk ke kamar mandi lebih dulu, menyalakan shower air hangat hingga uap mulai memenuhi ruangan.
Rina berdiri telanjang di bawah guyuran air, membiarkan air hangat mengalir di antara payudaranya yang besar, turun ke perut rata, lalu ke memeknya yang masih agak bengkak karena digenjot dua ronde tadi. Dia mengusap memeknya pelan dengan jari, membersihkan sisa sperma yang masih menetes, tapi justru membuatnya semakin sange.
"Kak Andi... cepetan masuk..." panggil Rina dengan suara manja.
Andi masuk ke kamar mandi tak lama kemudian, juga sudah telanjang. Kontolnya sudah setengah tegang lagi melihat tubuh Rina yang basah dan mengkilap di bawah air shower.
Begitu pintu tertutup, Rina langsung menarik Andi ke bawah shower. Air hangat langsung menyiram tubuh mereka berdua. Rina berlutut di lantai keramik yang licin, langsung memasukkan kontol Andi ke dalam mulutnya tanpa basa-basi.
"Mmmph... kontol Kak Andi enak... masih ada rasa spermanya dari tadi..." gumam Rina sambil mengisap rakus. Lidahnya menjilat-jilat sepanjang batang, membersihkan dan sekaligus membuat kontol itu semakin keras dan tegang. Dia deepthroat lagi, menelan sampai ke tenggorokan, air liurnya bercampur dengan air shower yang mengalir deras.
Andi memegang kepala Rina, menggerakkan pinggulnya pelan, menikmati sensasi mulut hangat dan basah itu. "Lo emang nggak pernah kenyang ya, Rin?"
Rina melepaskan kontol dengan bunyi "plop", tersenyum nakal sambil air mengalir di wajahnya. "Rina selalu sange, Kak. Memek Rina gatel terus pengen dikentot."
Dia berdiri, membalikkan badan, lalu mencondongkan tubuh ke depan. Kedua tangannya bertumpu di dinding keramik, pantatnya terangkat ke belakang, memeknya terbuka lebar di bawah guyuran air.
"Kentot Rina dari belakang lagi, Kak. Tapi kali ini sambil disiram air panas."
Andi memegang pinggul Rina yang licin karena air, lalu menyodokkan kontolnya masuk dalam satu hentakan kuat.
"Aaaahhh!! Dalem!!" jerit Rina. Sensasi air hangat yang mengguyur punggung dan pantatnya ditambah kontol tebal yang menghujam membuatnya langsung melengkungkan punggung.
Andi mulai menggoyang pinggulnya dengan ritme sedang dulu, tapi cepat berubah menjadi keras dan cepat. Setiap kali kontolnya masuk penuh, air shower memercik ke segala arah karena tabrakan tubuh mereka. Suara "plok plok plok" bercampur dengan suara air yang deras.
"Rina... memek lo masih sempit banget meski udah dua ronde..." erang Andi sambil terus menghujam.
"Lebih kenceng, Kak!! Genjot Rina!! Aduh... enak... airnya bikin tambah panas!!" Rina mendorong pantatnya ke belakang, menyambut setiap tusukan.
Andi menampar pantat Rina keras beberapa kali, suara tamparan nyaring bercampur dengan jeritan kenikmatan Rina. Dia menarik rambut Rina ke belakang, membuat kepala Rina mendongak ke atas. Air shower langsung mengguyur wajah dan payudaranya yang bergoyang hebat.
Tangan Andi merayap ke depan, meremas payudara Rina dengan kasar, memilin putingnya yang sudah keras. Rina semakin liar. Dia menggoyang pinggulnya sendiri, memutar dan naik-turun mengikuti irama Andi.
"Kak... sentuh klitoris Rina... ahh... iya... gosok yang cepet!!"
Andi menurut. Jarinya turun ke bawah, menemukan klitoris Rina yang bengkak, lalu menggosoknya dengan cepat sambil kontolnya terus menghantam dari belakang.
Rina orgasme pertama di kamar mandi datang dengan hebat. Tubuhnya mengejang, kakinya gemetar, memeknya berdenyut kuat menyedot kontol Andi. Cairan beningnya menyemprot keluar, bercampur dengan air shower.
"Tapi jangan berhenti!! Rina masih mau!!" teriak Rina, suaranya parau karena kenikmatan.
Andi membalik tubuh Rina menghadapnya. Dia mengangkat satu kaki Rina tinggi-tinggi, menempelkan ke dinding, lalu memasukkan kontolnya lagi dalam posisi berdiri. Posisi ini membuat kontolnya masuk sangat dalam.
Mereka berciuman liar di bawah air yang deras. Lidah saling menjilat, air mengalir di antara mulut mereka. Andi menghujam dengan kuat, setiap kali masuk sampai pangkal, bola kontolnya menampar memek Rina.
"Rina... lo suka dikentot di kamar mandi gini?" tanya Andi di sela-sela hentakan.
"Suka banget!! Rina mau setiap hari digenjot di sini... ahh... ahh... lebih cepet, Kak!! Hancurkan memek Rina!!"
Andi mempercepat gerakannya. Tubuh mereka basah kuyup, kulit saling gesek dengan licin. Payudara Rina bergoyang-goyang hebat di antara tubuh mereka. Andi menunduk, mengisap puting Rina sambil terus menggoyang pinggulnya.
Rina orgasme lagi untuk kedua kalinya di ronde ini. Jeritannya nyaring, tubuhnya hampir ambruk kalau tidak ditahan Andi. Memeknya menyemprot lagi, cairannya memercik ke lantai.
"Andi... Rina mau naik... angkat Rina..."
Andi mengangkat tubuh Rina sepenuhnya. Rina melingkarkan kedua kakinya di pinggang Andi, tangannya memeluk lehernya erat. Kontol Andi masih tertanam dalam di memeknya. Andi menekan punggung Rina ke dinding keramik, lalu mulai menggoyang pinggulnya naik-turun dengan kuat.
Posisi standing fuck ini sangat intens. Setiap hentakan membuat tubuh Rina naik-turun di dinding. Air shower terus menyiram mereka berdua.
"Aaaahhh... dalem banget!! Kontol Kak Andi nyodok sampe perut Rina!! Enakkk... enak banget!!" jerit Rina tanpa henti.
Andi menggoyang semakin kencang. Napasnya tersengal, otot-ototnya tegang. Rina mencakar punggungnya, giginya menggigit bahu Andi karena kenikmatan yang terlalu kuat.
"Kak... keluar di dalam lagi ya... Rina mau penuh... isi rahim Rina penuh spermanya Kak Andi..."
Tidak lama kemudian, Andi mencapai puncak. Dengan erangan panjang dan kasar, dia menyemprotkan sperma ketiganya yang masih banyak dan kental ke dalam memek Rina. Rina orgasme bersamaan, tubuhnya mengejang hebat di pelukan Andi, memeknya berdenyut-denyut menyedot setiap tetes sperma.
Mereka tetap berpelukan di bawah shower yang masih menyala, napas tersengal, tubuh basah kuyup. Sperma Andi perlahan menetes keluar dari memek Rina, terbawa air hangat ke lantai.
Rina tersenyum lemah tapi masih nakal, mencium bibir Andi pelan.
"Kak... malam nanti Rina mau lagi di kasur. Kali ini Rina mau dicoba anal juga... Rina penasaran pengen ngerasain kontol Kak Andi di lubang belakang."
Andi tertawa pelan, "Lo emang nggak ada habisnya ya..."
ns216.73.216.134da2


