Ketiganya masih tertidur pulas di ranjang yang sudah berantakan. Bayu di tengah, tubuh atletis tingginya memeluk Mila dari kanan dan Rina dari kiri. Mila tidur dengan kepalanya di dada Bayu, sementara Rina meringkuk di sisi lain, tangannya tanpa sadar berada di perut Bayu.
Bayu terbangun lebih dulu. Ia merasakan dua tubuh hangat dan lembut menempel di tubuhnya. Kontolnya sudah pagi-pagi mengeras, menekan paha Mila. 1076Please respect copyright.PENANAsPpewSZ3gj
Gila… semalam kita cuma pelukan dan ciuman, tapi pagi ini nafsu aku langsung meledak lagi. Dan sekarang ada Rina juga…
Ia mencium kening Mila pelan, lalu menoleh ke Rina yang mulai menggeliat. 1076Please respect copyright.PENANA0ejLNkx6HZ
“Pagi, Rin…” bisiknya lembut.
Rina membuka mata, pipinya langsung merona saat sadar ia telanjang dan tidur di pelukan Bayu.1076Please respect copyright.PENANA8QoYcnZM6j
“Pagi… Bayu. Mila masih tidur ya?” Suaranya agak gugup tapi ada nada excited yang mulai terdengar.
Mila ikut bangun, tersenyum manja sambil mengusap dada Bayu. 1076Please respect copyright.PENANADLYjCvCeyF
“Pagi, sayang… pagi, Rin. Kalian berdua sudah bangun? Aku mimpi indah semalam.” Ia menggesekkan payudaranya yang besar ke lengan Bayu, lalu melirik Rina dengan mata nakal.1076Please respect copyright.PENANAGhrBsqjC9K
“Kamu bilang mau mandi bertiga hari ini, kan? Ayo… sekarang aja. Air hangatnya enak banget pagi-pagi.”
Rina menggigit bibir bawahnya, tapi kali ini ia tidak mundur. 1076Please respect copyright.PENANAdqtLeVIiMP
“Aku…agak malu.. tapi, oke. Aku ikut. Tapi pelan-pelan ya...”
Bayu tersenyum hangat, mencium bibir Mila dulu lalu mengecup pipi Rina dengan lembut. 1076Please respect copyright.PENANAIFXUayq29u
“Kita bertiga. Gak ada yang dipaksa. Kalau kamu mau cuma nonton atau ikut, bilang aja, Rin.”
Mereka bertiga bangkit dari ranjang tanpa memakai apa pun. Bayu menggandeng kedua tangan gadis itu menuju kamar mandi yang cukup luas. Shower besar dengan kepala shower hujan langsung dinyalakan. Air hangat mulai mengguyur ruangan, uap tipis naik perlahan.
Bayu berdiri di bawah shower lebih dulu, air mengalir di tubuh atletisnya yang tinggi. Mila dan Rina masuk menyusul. Mila langsung memeluk Bayu dari depan, payudaranya yang montok menempel di dada cowok itu. Rina berdiri di belakang Bayu, tangannya ragu-ragu menyentuh punggungnya.
“Ayo Rin, sabunin Bayu bareng aku,” ajak Mila dengan suara manja. Ia menuang sabun cair ke telapak tangannya, mengusap dada Bayu dengan gerakan melingkar yang lembut. “Lihat, Rin… tubuh Bayu keras dan panas. Kamu coba juga.”
Rina menelan ludah, lalu menuang sabun ke tangannya. Tangan gemetarnya menyentuh punggung Bayu, mengusap otot-otot punggung yang lebar dengan pelan. “Bayu… kamu tinggi banget… ototnya enak disentuh,” bisiknya pelan.
Bayu mengerang kecil, tangannya memeluk pinggang Mila. “Enak, Rin… usap lebih bawah lagi.” Ia menunduk dan mencium Mila dalam-dalam, lidah mereka saling menari di bawah guyuran air. Tangan Bayu naik meremas payudara Mila yang basah, meremas lembut sambil ibu jarinya memutar puting yang mengeras.
Mila mendesah di mulut Bayu. “Ahh… sayang… remas payudaraku… Rina, kamu boleh pegang kontol Bayu kalau mau. Dia sudah keras banget pagi ini.”
Rina ragu sebentar, tapi nafsunya sudah mulai mengalahkan malu. Ia meraih ke depan, tangannya menyentuh kontol Bayu yang tegak sempurna. “Wah… gede banget… tebal… uratnya keluar semua.” Ia mengusap batangnya pelan dari bawah ke atas, merasakan panas dan denyutannya. “Bayu… kontolmu panas di tangan aku…”
Bayu menggeram pelan, pinggulnya bergeser sedikit mengikuti gerakan tangan Rina. “Rin… tanganmu lembut banget… usap lebih cepat sedikit.”
Mila berlutut di depan Bayu, air shower mengguyur rambutnya. “Aku mau hisap dulu, sayang. Rina, kamu lihat ya… terus bantu aku sabunin bola-bolanya.”
Mila membuka mulutnya dan memasukkan kepala kontol Bayu ke dalam mulutnya. Ia menghisap pelan tapi dalam, lidahnya berputar di sekitar kepala kontol yang sensitif. Rina ikut berlutut di samping Mila, tangannya mengusap bola-bola Bayu yang berat sambil sesekali menjilat batang kontol yang tidak masuk ke mulut Mila.
“Enak banget… dua mulut sekaligus,” desah Bayu. Tangannya memegang rambut kedua gadis itu. “Mil… hisap lebih dalam… Rin… jilat batangnya… ya… seperti itu…”
Mereka bergantian. Mila menghisap dalam, Rina menjilat dan menghisap sisi batang. Air shower membuat semuanya semakin licin dan sensual. Bayu sudah mendesah keras, pinggulnya bergerak pelan.
Setelah beberapa menit, Bayu mengangkat Mila berdiri. Ia menekan Mila ke dinding keramik (wall press), mengangkat satu kaki Mila tinggi. “Sekarang giliran aku ngentot kamu, Mil. Rina, kamu boleh pegang payudara Mila atau jilat putingnya.”
Bayu menggesek kontolnya di memek Mila yang sudah basah kuyup. “Memekmu licin banget, sayang… campur air shower dan cairanmu sendiri.” Ia mendorong masuk pelan, inci demi inci, sampai pangkal kontolnya tenggelam di dalam memek Mila.
“Aaaahhh… Bay… kontolmu masuk lagi… gede banget… isi memek aku penuh…” Mila memeluk leher Bayu erat, kakinya melingkar di pinggang cowok itu. “Ngentot aku pelan dulu, sayang… plok… plok… pelan… aku mau ngerasain setiap gerakanmu.”
Bayu mulai memompa dengan ritme lambat tapi dalam. Suara plok-plok basah bercampur suara air shower. Payudara Mila bergoyang indah setiap hantaman. Rina mendekat, tangannya meremas payudara Mila dari samping, lalu menunduk dan menghisap puting Mila dengan rakus.
“Rin… ya… hisap putingku… lebih keras… ahh… Bay, lebih cepat sedikit… entot memek aku lebih dalam… Rina lagi hisap tetekku… enak banget…” Mila mendesah panjang, suaranya bergema di kamar mandi.
Bayu mempercepat gerakannya. “Memekmu ketat dan panas, Mil… nyedot kontol aku kuat… aku suka banget ngentot kamu di depan Rina.” Ia mencium leher Mila, gigit kecil kulitnya sambil terus memompa.
Rina semakin aktif. Ia berlutut lagi, wajahnya tepat di bawah tempat kontol Bayu keluar-masuk memek Mila. Lidahnya menjulur, menjilat batang kontol Bayu yang basah oleh cairan memek Mila, sekaligus menjilat klitoris Mila setiap kali Bayu menarik kontolnya keluar.
“Rin… jilat memek aku juga… ya… lidahmu enak… jilat klitorku sambil Bayu ngentot aku…” Mila sudah mulai gemetar.
Bayu merasakan orgasme Mila mendekat. Ia memompa lebih cepat. “Cum buat aku, Mil… cum di kontol aku…”
Mila menjerit pelan, tubuhnya bergetar hebat. Memeknya mengejang kuat di sekitar kontol Bayu, menyemprot cairan hangat yang bercampur air shower. “Bay… aku keluar… ahh… ahh… peluk aku…!”
Bayu tak berhenti. Ia terus memompa sampai Mila lemas, lalu menarik kontolnya keluar. “Rin… sekarang giliran kamu yang aku coba. Mau?”
Rina berdiri, matanya penuh nafsu. “Mau… tapi pelan ya, Bayu. Aku belum pernah sama cowok sebesar kamu.”
Bayu mengangguk. Ia memutar tubuh Rina menghadap dinding, posisi standing doggy. Mila membantu dari samping, membuka pantat Rina pelan. “Memek Rina cantik banget, sayang… basah sekali.”
Bayu menggesek kontolnya di memek Rina yang sempit. “Aku masuk pelan ya, Rin.” Ia mendorong kepala kontolnya masuk perlahan. Rina mengerang panjang, tangannya mencengkeram dinding keramik.
“Aaaahhh… gede banget… pelan… pelan… kontol Bayu ngegembungin memek aku…” Rina mendesah, napasnya tersengal.
Bayu bergerak sangat pelan, memberi Rina waktu menyesuaikan. Mila berlutut di samping, menjilat klitoris Rina sambil tangannya meremas payudara bestienya. “Enak ya, Rin? Kontol Bayu enak banget… rileks aja… biar masuk lebih dalam.”
Setelah beberapa menit, Rina mulai ikut mendorong pantatnya ke belakang. “Lebih cepat sedikit, Bayu… ahh… sekarang enak… ngentot aku lebih dalam… Mila, jangan berhenti jilat…”
Bayu mulai memompa dengan ritme sedang. Suara plok-plok basah terdengar lagi. “Memekmu ketat banget, Rin… enak sekali… aku suka.”
Mila naik berdiri, mencium Bayu dalam-dalam sambil tangannya meremas payudara Rina. Ketiganya saling sentuh dan saling cium di bawah shower yang deras. Bayu bergantian memompa Mila dan Rina, sesekali menarik kontolnya keluar dan memasukkan ke mulut salah satu dari mereka.
Akhirnya Bayu merasakan orgasme mendekat. “Aku mau keluar… mau creampie siapa dulu?”
Mila tersenyum nakal. “Creampie Rina dulu, sayang. Biar dia ngerasain sperma kamu.”
Rina mengangguk cepat, suaranya gemetar. “Ya… isi memek aku, Bayu… creampie aku… aku mau ngerasain panasnya…”
Bayu memompa lebih cepat di memek Rina. Beberapa detik kemudian ia mendorong dalam-dalam dan menyemburkan sperma panasnya jet demi jet ke dalam rahim Rina. “Terima, Rin… penuh… penuh buat kamu…”
Rina orgasme bersamaan, tubuhnya bergetar hebat, memeknya mengejang kuat di sekitar kontol Bayu. “Aaaahhh… panas… sperma kamu banyak banget… aku keluar…!”
Sperma putih kental meluber keluar dari memek Rina saat Bayu menarik kontolnya. Mila langsung berlutut dan menjilat sisa sperma yang keluar, membersihkan memek Rina dengan lidahnya.
Ketiganya saling peluk di bawah shower yang mulai mendingin. Napas mereka tersengal, tubuh basah keringat dan air.
Mila mencium bibir Bayu, lalu mencium Rina dengan lembut. “Gimana, Rin? Enak?”
Rina tersenyum lemah, matanya masih berkabut nafsu. “Enak banget… aku mau lagi nanti… tapi sekarang aku capek… peluk aku dulu ya kalian berdua.”
Mereka keluar dari kamar mandi, tubuh masih basah. Bayu menggendong kedua gadis itu bergantian ke ranjang. Mereka bertiga berbaring telanjang, saling peluk erat di bawah selimut.
Bayu mencium kening Mila dan Rina bergantian. “Hari ini masih panjang… mau lanjut di ranjang sore nanti?”
Mila dan Rina saling pandang, tersenyum nakal.
“Pastinya, sayang,” jawab Mila. “Tapi kali ini… Rina boleh naik di atas duluan.”
Rina menggigit bibir, tangannya sudah merayap ke kontol Bayu yang mulai bangkit lagi. “Aku siap… asal kalian ajarin aku yang enak-enak.”
ns216.73.216.134da2


