Diawali dengan masuknya aku Taka Kato ke salah satu kampus yang kebetulan memang tempat cita-citaku sebagai ahli komputer. Pada tahun 2017, kepindahanku dari Osaka Barat ke Tokyo, tepatnya aku tinggal di daerah perumahan yang dulu pernah ditinggali kedua orang tuaku, dan sekarang aku tinggal bersama pembantu dan seorang anak kecil.
Beranjak dari kehidupanku yang jauh dari kedua orang tua dan aku baru saja memiliki motor untuk mendukungku berangkat ke kampus. Aku mulai terbiasa dengan kehidupan bertetangga dan aku sering dipanggil untuk membantu tetangga dekat yang kadang kuperhatikan sepertinya adalah seorang wanita beranak satu dan suaminya jarang di rumah. Usianya kira-kira 32 tahun, di sini namanya aku samarkan saja yaitu Uno Kayana . Aku memanggilnya Bibi Uno Kayana .
Satu tahun sudah aku tinggal, di akhir tahun 2017 aku mulai merasakan gejolak nafsu yang amat gat terhadap wanita. Pada suatu malam aku mulai merasa ingin sekali bermain/bertamu ke rumah Bibi Uno Kayana namun aku selalu tidak berani dan merasa takut kalau nanti suaminya akan datang dan aku akan dikomentari tidak baik.
Bulan itu adalah bulan Januari 2018, usiaku pada saat itu baru 19 tahun dan tepat pada bulan Januari tanggal 20 aku genap 20 tahun. Di sini aku mengkisahkan hal gat nyata yang terjadi dalam diriku. Malam itu malam Jum’at, cuaca gat tidak mendukung dan tiba-tiba hujan gat deras dengan diikuti angin kencang.
Aku gat sedih dengan kesendirianku, karena malam ini adalah malam kelahiranku. Aku duduk-duduk seorang diri sambil menghisap rokok kesukaanku, namun malam semakin tidak mendukung karena cuacanya. Aku berusaha mencari kesibukan dengan membaca-baca buku pelajaran, tiba-tiba aku dikejutkan dengan bunyi pagar samping yang khas, seorang wanita menghampiriku yang ternyata adalah tetangga sebelahku (Bibi Uno Kayana ).
“Ada apa Bibi?” aku mulai bertanya.867Please respect copyright.PENANAlzOzRLc5XN
“Taka Kun, (namaku) tolong dong pagin lampu kamar saya di rumah,”
Ternyata lampu kamar Bibi Uno Kayana putus dan aku disuruh memagkannya. Lalu aku mengikutinya dari belakang menuju rumahnya melalui pintu belakang. Di saat aku mengikutinya aku sempat terangg dengan sentuhannya pada saat memasuki pintu belakang, karena ternyata dia tidak menggunakan bra dan aku sempat gemetar.
Sementara ini aku berkonsentrasi dengan permintaanya agar aku memagkan lampu di dalam kamarnya. Setelah selesai kukerjakan, cepat-cepat aku keluar kamarnya dan berusaha tenang, kemudian aku diminta untuk duduk dulu minum kopi karena kopinya sudah disuguhkan. Aku duduk sambil melihat tayangan TV dan aku lihat anaknya yang baru satu sedang tidur pulas di depan TV. Kemudian tidak berapa lama baru anaknya dipindahkan ke kamar. Sekarang tinggal aku dan Bibi Uno Kayana berdua di ruangan tengah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 dan aku minta izin untuk pulang namun aku dicegah, ia memintaku menemaninya ngobrol. Lama kelamaan aku mulai mengantuk dan dimintanya aku untuk rebahan dan diambilkannya bantal dan aku menurut saja. Ia bercerita bahwa tadi ada telepon dari temannya, katanya ia ditakut-takuti karena sekarang malam Jum’at ada hantu kalau sendirian di rumah.
Asyik juga lama-lama acara mengobrolnya hingga tanpa kusadari Bibi Uno Kayana mulai mendekatiku dan meletakkan kepalanya di paha sebelah kiriku, karena aku rebahan agak di belakang dari Bibi Uno Kayana . Perasaanku mulai tak karuan, jantungku berdebar gat keras serta sekujur tubuhku dingin. Karena baru pertama kali ini aku diperlakukan seperti itu (aku masih perjaka). Tiba-tiba tangan Bibi Uno Kayana mulai bergerak menuju selangkanganku, dan meremasnya kemudian mengusapnya. Saat itu aku memakai celana pendek berbahan lemas.
“Hei, Taka Kun!, ini kamu kok bangun?” tanya Bibi Uno Kayana .
Saat itu aku gat malu dan tidak bisa berkata-kata lagi. Kemudian Bibi mematikan lampu dan memintaku pindah ke kamarnya dengan menarikku ke atas tempat tidur. Pikiranku gat kacau dan gat gugup saat tiba-tiba aku dipeluk dan ditindih kemudian diciumi. Hingga pada saat bibirku dikulumnya aku mulai panas dan terangg amat gat.
Lama aku dibuatnya terlena dalam kemelut yang dibuatnya. Hingga Bibi itu mulai menuruni lekuk tubuhku sampai pada selangkanganku dan membuka celanaku. Sesaat kemudian seluruh pakaianku sudah terlepas dan apa yang terjadi ternyata penisku dimasukkan ke mulutnya. Aku merasa gat tegang dan memang baru pertama kali aku mengalami hal seperti ini. Dengan lembut dan penuh penghayatan, penisku dipegangnya, kadang dijilatnya kadang dihisapnya namun juga kadang digigitnya hingga sampai pada buah zakarku juga di kulumnya.
“Taka Kun, jangan keluar dulu ya?” ujarnya dengan mulutnya yang tertutup oleh penisku.867Please respect copyright.PENANApLJzKOQqUU
“Akh.. Mmnyamm”
Aku sudah dapat membaca bahwa Bibi gat haus akan sex. Seperti orang yang lama tidak bersetubuh hingga dengan ganasnya aku mulai ditindihnya dan aku mulai merespons. Dengan naluri ranggan, aku dorong Bibi Uno Kayana kemudian aku buka pakaiannya secara perlahan sambil menciuminya, kemudian kulumat teteknya yang tidak begitu besar namun masih kencang. Aku hisap dan kumain-mainkan lidahku di sekitar puting susunya, Bibi Uno Kayana mulai terangg sambil menggeliat-geliat dan menekan kepalaku agar aku lebih keras lagi menghisapnya.
Lama aku bermain di sekitar payudaranya sampai akhirnya aku disuruh menjilat bagian yang sensitif di antara selangkangannya. Aku mulai sedikit mengerti. Dengan dibantu tangannya, aku mengerti yang mana yang harus aku jilat dan kulumat. Hingga pada akhirnya aku ditariknya kembali ke atas sampai aku menindihnya dan dadaku menekan toketnya yang semakin agak keras. Lalu aku didorong ke sampingnya dan aku mulai ditindihnya kembali namun sekarang Bibi Uno Kayana memegang penisku yang semakin keras kemudian dengan perlahan Bibi Uno Kayana membimbingnya memasuki liang kenikmatannya.
Posisi Bibi Uno Kayana berada di atas seperti orang naik kuda, menggoyang-goyangkan pinggulnya dan kadang menaik turunkan bokongnya. Lama sekali dia bertahan pada posisi itu, hingga akhirnya Bibi menjerit kecil menahan sesuatu namun sambil mencengkeram bahuku..
“Akhh, Taka Kun, saaya keluar nih, ahh.. Ahh.. Ohh.. Taka Kun kamu belum keluar ya?”
Kemudian aku membalikkan tubuhnya dan sekarang aku ganti berada di atasnya dengan penisku masih menancap di liang kenikmatan itu. Aku mulai menyerang, dan sekarang aku mengeluarmasukkan penisku. Lalu aku mengambil posisi duduk di antara selangkangannya sambil mengocoknya. Suara yang keluar dari mulut Bibi Uno Kayana membuatku gat terangg.
“Taka Kun, yang keras dong, lebih cepat kamu kocoknya,” kata Bibi sambil memegang kedua tanganku. Aku merasa belum akan sampai, tapi tiba-tiba Bibi Uno Kayana mulai menggeliat-geliat gat kasar hingga aku dipeluknya.867Please respect copyright.PENANAMxfMFsKYi1
“Taka Kun, ah.. Saya mau keluar lagii. Taka Kun.. Ahh.. Ohh Taka Kun”
Lalu aku disuruhnya mencabut penisku dan Bibi Uno Kayana keluar menuju kamar mandi. Tidak berapa lama dia kembali dan membawa kain basah lalu mengusapkannya di penisku yang mulai lengket. Kemudian, Bibi Uno Kayana mulai menaiki tubuhku kembali dan memasukkan penisku ke vaginanya yang ternyata sudah kering. Ia memulai dengan gerakan lambat dengan menggoyangkan pinggulnya maju mundur dan aku kemudian diminta berposisi di atas.
Sekarang aku yang mencoba memasukkan penisku ke dalam vaginanya dan mulai bereaksi namun gat seret dan terasa penisku dijepitnya. Aku mencoba memasukkannya lebih dalam dan menekan penisku agar lebih masuk kemudian aku mencoba dengan perlahan kugerakkan maju mundur diiringi goyangan pinggul Bibi Uno Kayana , sesekali kedua pahanya mengapit rapat. Lama aku mulai merasakan terangg. Dengan mengulum toketnya aku mulai bereaksi dan aku mulai merasa ingin keluar. Akhirnya aku keluar dengan diiringi jeritan kecil Bibi Uno Kayana yang ternyata juga keluar bersamaan sampai aku tak bisa menahan diri. Kemudian aku langsung dipeluknya erat-erat dan tidak boleh mencabut penisku sampai aku tertidur.
Terdengar suara samar-samar dari kejauhan, orang sudah ramai di luar seperti tukang roti dan lainnya. Aku terbangun dan kulihat tak ada seorangpun di sampingku dengan pintu kamar masih tertutup rapat dan hordeng jendela masih tertutup. Aku sempat kaget dan kulihat diriku dalam keadaan tanpa sehelai benang pun yang menempel di kulitku. Aku berusaha mencari pakaianku yang tadi malam dilempar ke sisi spring bed Bibi Uno Kayana . Tak berapa lama kemudian Bibi Uno Kayana membuka pintu dan masuk kembali ke kamar.
“Taka Kuni! Kamu sudah bangun?”867Please respect copyright.PENANARJZgmoqhyr
“Ya..” jawabku sambil melihat seluruh tubuh Bibi Uno Kayana yang ternyata baru selesai mandi dengan hanya menggunakan handuk.
Handuk itu hanya menutupi sebatas toketnya dan pangkal pahanya yang putih merangg. Lalu aku duduk di pinggir tempat tidur sambil memandangi pemandangan yang indah itu. Tiba-tiba saja penisku yang sudah loyo bangun kembali, namun kuurungkan niatku untuk bermain di pagi hari. Dengan cepat aku keluar dari kamar menuju kamar mandi.
Selesai dari kamar mandi aku masuk kembali ke kamar tidur untuk minta handuk, tapi ternyata yang kulihat di dalam kamar, Bibi Uno Kayana belum juga berpakaian sementara handuk yang melekat di tubuhnya sudah tidak ada. Aku pandangi terus tubuh tanpa bua itu, lalu aku mendekatinya dan sempat kucium bahunya, namun dengan gerakan yang cepat sekali aku didorongnya ke atas tempat tidur oleh Bibi Uno Kayana dan tanpa basa basi lagi dikulumnya lagi penisku hingga basah oleh liurnya.
Pagi ini ternyata aku sudah mulai on kembali oleh kuluman, hisapan, dan belaian Bibi Uno Kayana pada penisku. Lalu aku dimintanya berdiri dan melumat toketnya yang sudah agak mengeras pada putingnya yang berwarna agak kemerahan. Kujilat, kuhisap kadang kuremas pada toket yang satunya. Kembali aku didorong dan ditindihnya lalu.. Bless.. Slepp.. Ternyata penisku sudah digiringnya masuk kembali ke liang kenikmatannya. Dengan agresif dan penuh nafsu, digoyangkannya maju mundur pantat Bibi Uno Kayana hingga aku pun mengiringinya dari bawah, sambil kuremas-remas kedua toketnya dengan kedua tanganku.
“Ah.. Aah.. Ahh.. Ohh, Booby saya puaas ssekalii. Taka Kun, saya mau.. Keeluaar.. Ahhohh..”
Lalu Bibi Uno Kayana mencabut penisku dari memeknya dan membersihkannya dengan kain di sekitar, kemudian aku dengan ganasnya memasukkan kembali senjataku lalu kugoyang-goyangkan lalu kutekan kembali hingga Bibi Uno Kayana menjerit kecil..
“Aahh.. Oohh, Taka Kund.. Mentok nih? Terus Taka Kun tekan punya kamu, oh Taka Kun!”
Lama sekali aku memainkan Bibi Uno Kayana , kemudian aku mencoba kembali dengan posisi Doggy Style. Bibi Uno Kayana sambil membungkukkan badannya di atas kasur kucoba untuk memasukkan penisku dan Blees.. Slepp..
“Ahh, Taka Kund.. Terus Taka Kun, Masukin sampai dalam, oh Taka Kund.. Yang kasar Taka Kun”
Lalu dengan cepat aku memaju mundurkan pantatku hingga aku sudah tidak tahan lagi. Dan kemudian aku sudah sampai pada dimana kenikmatan itu terasa sampai ujung rambut. Dan cairan yang kukeluarkan tidak kubuang keluar.
Setelah selesai, aku mulai merasa letih dan gat lapar. Aku mencoba beristirahat sebentar, kutatap langit-langit yang ada di kamar itu. Kuatur nafasku perlahan dan kupeluk kembali Bibi Uno Kayana , kuusap-usap toketnya lalu aku mencoba menghisap-hisap pelan hingga sampai kumain-mainkan dengan tanganku.
“Taka Kun, udah ah, nanti lagi”.
Lalu aku lepaskan tanganku dan aku langsung bangun menuju kamar mandi. Pukul 07.15 aku sudah rapi, lalu aku minta izin untuk pulang. Setelah itu aku mulai dengan pekerjaanku di rumah. Di dalam rumah aku sempat berfikir tentang apa yang telah terjadi semalam dengan Bibi Uno Kayana .
Malam pun tiba, aku seperti biasa ada di rumah sambil menyaksikan tontonan TV. Tiba-tiba pintu samping ada yang mengetuk dan kubuka, ternyata Bibi Uno Kayana membawa makanan buatku. Dengan senyumnya aku ditawari makan lalu aku diciumnya, namun tangan Bibi Uno Kayana kembali menggerayangi penisku. Aku terangg tapi niatku untuk bersetubuh lagi dengannya tertunda karena aku ada janji dengan teman.
Cerita ini aku sudahi dulu, namun so pasti, kejadian yang kualami ini selalu terulang setiap malam bahkan kadang di siang hari pada saat anaknya sudah berangkat sekolah. Terkadang di siang hari sambil memutar film BF kami bermain dengan mengikuti apa yang ada di adegan film tersebut. Lama kelamaan aku mulai terbiasa dan banyak yang aku pelajari dari permainan sexku dengan Bibi Uno Kayana .867Please respect copyright.PENANAMlPki3KWf3
867Please respect copyright.PENANATcqkgEwuWU


