Untuk membaca cerita ini, ada baiknya membaca cerita Syahwat di Sekolah terlebih dahulu hingga tamat. Kamu bisa mengaksesnya full secara gratis di
victie(dot)com/novels/syahwat-di-sekolah
Atau buka aplikasi Victie dan cari cerita Syahwat Di Sekolah
1449Please respect copyright.PENANA7Zj3xRiifF
"Assalamualaikum." ucap Gw saat memasuki rumah Gw ba'da maghrib pada hari yang sama di hari pernikahan Putri dan Pak Riski.
1449Please respect copyright.PENANArEwONTqYdt
"Wa'alaikum salam. Dari mana, Jak?" tanya Mama Gw yang sedang mencuci piring di dapur.
1449Please respect copyright.PENANAxSyM3qLdPA
"Dari sekolah, Mah. Ada tambahan kerjaan." jawab Gw berbohong, karena sebenarnya setelah menghadiri resepsi pernikahan Putri dan Pak Riski, Gw dan Muti kembali ke rumah Muti untuk bersenang-senang berdua tanpa diganggu ibunya yang sedang pergi.
1449Please respect copyright.PENANAcbhT24mAhx
"Kamu mama liat udah akrab banget ya sama guru-guru disana." ucapnya.
1449Please respect copyright.PENANARGIXpwcvzL
"Ya alhamdulilah mah. Udah dianggap keluarga juga sama mereka." jawab Gw sambil membuat segelas teh.
1449Please respect copyright.PENANAeVg7m3hGYf
"Katanya Nala nanti mau kesini." kata Mama Gw memberitahu bahwa kakak Gw, Nala, yang kini sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak akan mampir ke rumah.
1449Please respect copyright.PENANAWpxW50Qk8X
"Mau ngapain mah?"
1449Please respect copyright.PENANA5qKqY0PLOP
"Mas Akbar lagi ditugasin ngecek cabang baru sama bos nya katanya, entah Mama juga kurang paham."
1449Please respect copyright.PENANACxWEVoYlCo
"Nasya udah bisa jalan belom sih mah?" tanya Gw menanyakan kabar perihal anak dari Kakak Gw itu.
1449Please respect copyright.PENANA1HmMG2G7aY
"Udah. Udah bisa manjat-manjat malah." jawabnya sambil menutup keran dan mengelap tangan basahnya ke bajunya lalu meninggalkan Gw untuk menonton TV di ruang tengah.
1449Please respect copyright.PENANALnC6gcBzmA
Sebenernya, Gw sampai saat ini masih penasaran banget perihal kejadian di pernikahan Putri. Bagaimana bisa Mama Gw kenal dengan Uminya Farhah, dan juga Farhah terlihat tak asing bertemu dengan Mama Gw, bagaikan seseorang yang tidak pernah bertemu sejak lama.
1449Please respect copyright.PENANAyyvLWwa5nA
"Mah?" panggil Gw menghampiri Mama Gw yang baru saja menyalakan TV.
1449Please respect copyright.PENANAFGBeVQlzRy
"Kenapa?" tanyanya tanpa melihat ke Gw.
1449Please respect copyright.PENANAOTWzOmAGhx
"Mama kenal sama Fahrah?" tanya Gw.
1449Please respect copyright.PENANAUd5G3BGvEn
"Farhah yang mana?" tanyanya balik.
1449Please respect copyright.PENANA0VHicdeURu
"Yang kemaren Mama ketemu di nikahan Putri."
1449Please respect copyright.PENANAlW238LDnB4
"Ohh. Temen kerja kamu?"
1449Please respect copyright.PENANAIwxDNT9Sef
"Kan Mama juga pernah bilang kalo dia temen kecil aku. Katanya dulu sering main sepeda bareng, baru pernah main sekali ke rumah. Tapi kok udah akrab sih?"
1449Please respect copyright.PENANAYKJyiJyzoP
"Kan Uminya Farhah temen Mama." jawabnya.
1449Please respect copyright.PENANAxXMvnKEsS6
"Temen apaan? Gak pernah tuh aku ngeliat Uminya mampir kesini atau sapa-sapaan sama Mama."
1449Please respect copyright.PENANAivAZWX1IB6
"Kamu kok kayak orang aneh sih, Jak?" ucapnya sambil melihat muka Gw dengan keheranan. (Ganti pertanyaan soalnya seakan-akan emaknya jaka heran kok jaka lupa)
1449Please respect copyright.PENANAkb3rMXlvcb
"Abis aku baru akrab sama Putri minggu-minggu ini tapi dia bilang dulu waktu SD sering main bareng sama dia bareng Farhah. Waktu aku ke rumah Farhah juga Uminya kayak udah kenal banget sama aku, sedangkan aku baru pertama kali ketemu. Ustadzah Rina juga. Kok seakan-akan semua nyambung gitu." jelas Gw dengan menggebu-gebu.
1449Please respect copyright.PENANAOxe849bIp0
"Kan Ustadzah Rina guru ngaji Mama dulu." jawabnya singkat.
1449Please respect copyright.PENANA803wxLQaoR
"Waktu kapan?"
1449Please respect copyright.PENANA8yDxF5XkEc
"Waktu dulu."
1449Please respect copyright.PENANAtBdm5aoq5T
"Dulunya itu kapan. Aku umur berapa?"
1449Please respect copyright.PENANAfgqwP5ceKX
"Kamu SD."
1449Please respect copyright.PENANAaANgzr1uyA
"Kelas?"
1449Please respect copyright.PENANAMpGQ9MY7oS
"Enam."
1449Please respect copyright.PENANAZGMu659wT7
Setelah memberikan interogasi singkat kepada Mama Gw, Gw mencerna dengan perlahan semua jawabannya.
1449Please respect copyright.PENANAk5Uy31kEKr
"Kelas enam??" tanya Gw memperjelas.
1449Please respect copyright.PENANAJ9lK3nNugN
"Iya."
1449Please respect copyright.PENANATTE3lnZhQ1
"Kelas enam??!!"
1449Please respect copyright.PENANAw7SljboFHH
"Iyaa. Pas kamu kelas enam."
1449Please respect copyright.PENANAfOhzce2vCO
Jantung Gw berdebar, tidak menyangka apa yang baru saja Gw sadari.
1449Please respect copyright.PENANAkOUPR5abDT
"Mahhh. Kokk aku gak inget apa yang terjadi di kelas enam??!!!" ucap Gw panik.
1449Please respect copyright.PENANAd1Hv2d16kg
"Kamu kenapa sihh??" Mama Gw melihat Gw yang panik dengan terheran-heran.
1449Please respect copyright.PENANAvOjA6CmN6c
"AKU GAK INGET TENTANG KELAS ENAM." seru Gw.
1449Please respect copyright.PENANAaAEaXe5Umz
"Jakaa!! Apa-apaan sih?" Mama Gw menggoyang-goyangkan lengan Gw karena mulai ketakutan melihat wajah Gw yang pucat dan bercucuran keringat.
1449Please respect copyright.PENANA43BajMXSku
"Aku inget kejadian-kejadian waktu kelas satu, dua, tiga, empat, lima. Tapi kok aku gak inget kejadian-kejadian kelas enam?"
1449Please respect copyright.PENANAYuWs3XVquP
"Kamu tenangin diri dulu ya. Tarik nafaass,, buaanggg."
1449Please respect copyright.PENANA9JvswEjnXj
*Haaaaaa
*Huuuuuuffff
*Haaaaaaaaa
*Huuuuuuuuffff
Gw pun mengikuti arahan dari Mama Gw agar menenangkan diri dari serangan panik yang Gw alami.
1449Please respect copyright.PENANAcht6FA0C1n
"Udah tenang?" tanya Mama Gw.
1449Please respect copyright.PENANAofDW1vjTAv
"Udah."
1449Please respect copyright.PENANAbTdAzPgIIu
"Sini." ucapnya sambil menepuk-nepuk pahanya agar Gw merebahkan diri di atas pahanya.
1449Please respect copyright.PENANA7VJgYfh5vo
"Bukannya Mama udah pernah jelasin ya?" katanya sambil memijat kening Gw.
1449Please respect copyright.PENANADJIz6RRUmy
"Jelasin apa?"
1449Please respect copyright.PENANA3w9HXAOPWt
"Dulu kamu pernah kecelakaan waktu habis ujian nasional." jawabnya.
1449Please respect copyright.PENANAleE57PLqYy
"Kecelakaan gimana?" tanya Gw penasaran.
1449Please respect copyright.PENANAGptt0wNriT
"Dulu kamu waktu hari terakhir UN, kamu dijemput sama Nala. Dia sok mau jemput kamu naik motor soalnya baru bisa naik motor diajarin sama temennya." jelasnya.
1449Please respect copyright.PENANADgC8dLg3Px
"Terus kecelakaan?" tanya Gw.
1449Please respect copyright.PENANAG3BviVNdWx
"Iya. Kamu sama dia bercanda. Terus kamu jatuh ke belakang, kebentur belakang kepala sampai pingsan tiga hari. Nala jatuh ke aspal tapi gak kenapa-kenapa." jelasnya lagi.
1449Please respect copyright.PENANA1UdVmfp5ca
"Aku hilang ingatan waktu itu?"
1449Please respect copyright.PENANAb6MmctEvDV
"Iya. Kamu divonis sama dokter kena amnesia yang lupa momen tertentu dalam hidup kamu. Lebih tepatnya kurang lebih setahun sebelum kamu kecelakaan." jelasnya.
1449Please respect copyright.PENANAU0L7NqWOxZ
"Bahkan waktu itu Mama sama guru-guru kamu adain rapat untuk nentuin kamu lulus atau enggak. Soalnya takutnya kamu lupa pelajaran di kelas enam terus di SMP kamunya gak ngerti apa-apa." jelasnya lagi.
1449Please respect copyright.PENANASzWtAZtFfO
"Untungnya anak Mama pinter." ucapnya tersenyum kepada Gw sambil tetap memijat kening Gw.
1449Please respect copyright.PENANA0nOmzfKN3j
"Gimana, bos gede udah ngerti?" tanyanya meledek Gw yang ketika kecil selalu dipanggil bos kecil.
1449Please respect copyright.PENANAzPqflxXbg4
"Iya, ngerti." jawab Gw.
1449Please respect copyright.PENANAwmfiNmlrWo
"Udah ah, Mama mau pipis." ucapnya mendorong tubuh Gw dari pahanya lalu pergi meninggalkan Gw di ruang tengah.
1449Please respect copyright.PENANAfSbmCpw1F6
"Assalamualaikum." Kakak Gw yang bernama Nala itu baru sampai ke rumah.
1449Please respect copyright.PENANAPb2A3y7UeV
"Wa'alaikum salam. Nasya mana, Kak?" tanya Gw perihal anaknya.
1449Please respect copyright.PENANAqm8GVDt1tT
"Tuh di ruang tamu lagi jalan kesini." jawabnya.
1449Please respect copyright.PENANA5aQZhuJcFX
"Udah lama bisa jalannya, Kak?"
1449Please respect copyright.PENANAFgznmoe5QL
"Baru minggu-minggu ini sih. Beliin sendal doong." pintanya.
1449Please respect copyright.PENANAgOAQqdDizU
"Kakak cari sendiri dahh, aku yang check out-in nanti." jawab Gw.
1449Please respect copyright.PENANAUvtF18Y5WN
"Nahh, gitu dong jadi om yang baik sama ponakannya." ucapnya sambil duduk di samping Gw.
1449Please respect copyright.PENANA2S0amZz5sI
"Sini nakk, sini sama om Jaka." panggilnya kepada anaknya yang sedang berjalan perlahan-lahan.
1449Please respect copyright.PENANAxpQvqNJEHv
"Kak, dulu aku pernah jatoh ya?" tanya Gw ke Nala.
1449Please respect copyright.PENANAC77XWzJap3
"Ehh?" Nala terheran dilempar pertanyaan seperti itu oleh Gw.
1449Please respect copyright.PENANA4RSoL1Co6U
"Kata Mama dulu aku pernah masuk rumah sakit sampe aku lupa ingatan?" tanya Gw lagi.
1449Please respect copyright.PENANAy8oInJXkd9
"Ohh itu, iya." jawabnya sambil memangku anaknya.
1449Please respect copyright.PENANALIIPiKCmwS
"Emang aku kenapa bisa ampe amnesia, Kak?" tanya Gw mengetes kebenaran cerita Mama Gw.
1449Please respect copyright.PENANAnvEfybJxpC
"Dulu kamu waktu lagi ngambil layangan di genteng rumah orang, kamu jatoh terus kebentur kepala duluan. Abis itu kamu amnesia deh." jawabnya.
1449Please respect copyright.PENANAiVh9KnALzN
"Serius, Kak?"
1449Please respect copyright.PENANADkE5OiDr2n
"Iya." jawabnya sekenanya sambil bercanda dengan anaknya.
1449Please respect copyright.PENANAjW7Y83Tlgx
"Kata Mama enggak gitu." ucap Gw yang membuat dia terdiam.
1449Please respect copyright.PENANAFbKTd10RdQ
"Kata mama gimana?" tanyanya tanpa menatap mata Gw.
1449Please respect copyright.PENANALdEDuDNjvy
"Yang pasti bukan itu." ucap Gw.
1449Please respect copyright.PENANA4xqicKA8Rc
"Kapan Mama cerita?" tanya Nala.
1449Please respect copyright.PENANAVgX9SMZMEe
"Baru aja."
1449Please respect copyright.PENANASEZmDcljrI
"Semuanya?"
1449Please respect copyright.PENANAaffzRRxvK1
"Belum. Dan ini aku lagi mau minta kejelasan lebih lanjut ke Kakak."
1449Please respect copyright.PENANAe7kUDzvUTf
Kami berdua terdiam. Anaknya yang sedang dia pangku kini dia turunkan agar bisa kembali belajar berjalan di sekeliling rumah.
1449Please respect copyright.PENANAoPWjOn7Hla
"Eee Nasyaaa. Sini sama Mama." Mama Gw menggoda cucunya sekembalinya dari kamar mandi.
1449Please respect copyright.PENANA4AcJYTcbNJ
"Mah?" panggil Nala ke Mama.
1449Please respect copyright.PENANAOWArykHkpT
"Mama udah cerita tentang kekuatan Jaka?"
1449Please respect copyright.PENANAgibUTFq2Yg
"Kekuatan?" tanya Gw heran mendengar ucapan Kakak Gw itu.
1449Please respect copyright.PENANA72eLJVHa0d
"Jak, kamu pegang Nasya dulu ya." kata Mama Gw memberikan Nasya agar ditemani oleh Gw lalu menarik tangan Nala dan diajaknya ke kamar Mama Gw.
1449Please respect copyright.PENANAoPGmd1FZB5
Sungguh Gw semakin bingung dengan apa yang baru saja Gw lihat. Sebenarnya, apa yang terjadi dengan masa SD Gw. Kenapa Mama sama Nala begitu repot merahasiakan hal itu?
1449Please respect copyright.PENANAiOLuoApnnO
Sambil bermain bersama Nasya, Gw mendengar sedikit obrolan Mama dan Nala di kamar.
1449Please respect copyright.PENANAldPBl8CBKB
"...lupain..." kata Mama.
1449Please respect copyright.PENANA80FMTdWPho
"...saatnya." kata Nala.
1449Please respect copyright.PENANAlZwd68RKp8
"... aku. Bukan orang lain... " kata Nala.
1449Please respect copyright.PENANAZq0NAZBkSk
Beberapa menit setelah perdebatan panjang mereka, kini satu persatu mereka keluar dari kamar mama dan menemui Gw.
1449Please respect copyright.PENANAwbEs2tQ5DX
"Kamu udah makan?" tanya Mama Gw.
1449Please respect copyright.PENANA4QHSMgbcVo
"Hah?? Apaan sih orang lagi serius, Mah." jawab Gw.
1449Please respect copyright.PENANAYJwyNglUw1
"Ini mama juga serius. Kamu udah makan?" tanya Mama Gw lagi.
1449Please respect copyright.PENANAJehT5ZYz00
"Udah."
1449Please respect copyright.PENANA01CFxqxlYN
"Kamu minum dulu gih air putih segelas, abis itu kamu tidur di kasur kamu." Gw pun menuruti apa kata Mama Gw.
1449Please respect copyright.PENANArxteApjmXZ
"Kepalanya kamu lebihin jadi kamu tidur kepalanya jatuh gitu." kata Mama Gw disaat Gw sudah terbaring di atas kasur.
1449Please respect copyright.PENANA503mnaXXew
"Kayak gini?" tanya Gw memperagakan sesuai dengan apa yang dia suruh lakukan.
1449Please respect copyright.PENANAQGhOvRzaYm
"Mama bakal tetesin ini ke hidung kamu. Dan kamu akan pingsan dua hari penuh. Tapi setelah kamu siuman, nanti kamu bakal inget apa yang terjadi sebelum kamu hilang ingatan. Dan janji sama Mama, jangan kaget, jangan banyak nanya, jangan jadi Jaka yang berbeda. Janji sama Mama ya." ucapnya sambil meneteskan air mata.
1449Please respect copyright.PENANAnbqzzES9EI
"Iya, Mah."
1449Please respect copyright.PENANAMHaZWPvR0R
Mama Gw pun mulai meneteskan cairan asing ke kedua hidung Gw. Sangat terasa pahit di lidah walaupun tidak masuk ke mulut Gw. Lama kelamaan cairannya masuk ke rongga hidung atas Gw dan mengalir melewati mata yang sangat terasa panas hingga tak terasa tangan Gw menggenggam erat tangan Mama Gw.
1449Please respect copyright.PENANAzya5v0IPQc
Dan, ya. Ketika cairan itu masuk ke bagian otak, kepala Gw sangat terasa pusing dan berat. Hingga lama kelamaan Gw pun hilang kesadaran.
1449Please respect copyright.PENANAMcbcrCbexz
Baca lebih lengkapnya sebanyak 36 chapter di :
victie(dot)com/novels/story-keluarga-jaka
Atau buka aplikasi Victie dan cari buku berjudul Story Keluarga Jaka
1449Please respect copyright.PENANAe4NbmpJuET
1449Please respect copyright.PENANA6McAltX45v


