Sherly, perawat berusia 26 tahun dengan tubuh yang bikin banyak pasien lupa sakitnya, sudah bekerja di rumah sakit swasta ini selama tiga tahun. Wajahnya cantik dengan bibir tebal alami, mata sipit yang selalu tampak menggoda, dan tubuhnya yang proporsional: pinggang ramping, payudara besar ukuran 36D yang selalu menekan seragam putihnya, serta bokong bulat yang bergoyang setiap kali ia berjalan di koridor rumah sakit.
Yang tak diketahui siapa pun adalah nafsu Sherly yang luar biasa besar. Hampir setiap hari, terutama saat shift malam, ia mencari kesempatan untuk “memberikan layanan ekstra” kepada pasien pria yang menarik. Bagi Sherly, memuaskan hasrat seksualnya di lingkungan rumah sakit justru membuatnya semakin basah dan bergairah.
Malam itu, shift malam Sherly dimulai pukul 20.00. Rumah sakit cukup sepi. Di lantai 5, ruang VIP hanya dihuni dua pasien. Yang pertama adalah Bapak Hadi, 58 tahun, pengusaha kaya yang sedang dirawat karena masalah jantung ringan. Yang kedua adalah Ryan, 32 tahun, pria tampan bertubuh atletis yang mengalami patah tulang kaki kanan setelah kecelakaan motor.
Sherly memulai dari ruangan Bapak Hadi.
Ia masuk dengan senyum manis, membawa obat malam.1122Please respect copyright.PENANAZr4iICaax6
“Malam, Pak Hadi. Sudah waktunya minum obat.”
Pak Hadi tersenyum lemah. 1122Please respect copyright.PENANAMwoBggt6uj
“Sus Sherly… kamu cantik sekali malam ini.”
Sherly mendekat, sengaja membungkuk rendah sehingga belahan payudaranya terlihat jelas dari balik seragam. 1122Please respect copyright.PENANATJ74HfB0os
“Kalau Bapak mau, saya bisa kasih obat yang lebih manjur daripada pil ini,” bisiknya nakal.
Tanpa menunggu jawaban, Sherly menurunkan selimut dan membuka celana pasien. Kontol Pak Hadi yang sudah setengah tegak langsung terbebas. Meski sudah berusia lanjut, kontolnya masih cukup besar dan tebal.
Sherly langsung berlutut di samping ranjang, membuka mulutnya lebar, dan menyumpal kontol Pak Hadi dalam satu gerakan. Ia mengisap dengan rakus, lidahnya menari-nari di batang dan kepala kontol sambil tangannya memijat bola-bola pasien. 1122Please respect copyright.PENANAaQxmsZP7z1
Suara “slurp… gluck… gluck…” terdengar jelas di ruangan yang sunyi.
Pak Hadi mendesah panjang, tangannya memegang kepala Sherly. 1122Please respect copyright.PENANAfzRli7dwPt
“Ahh… enak sekali, Sus… kamu jago banget ngisep…”
Sherly semakin dalam, menelan kontol sampai ke pangkal, deepthroat tanpa mual. Air liurnya menetes deras ke selangkangan Pak Hadi. Setelah lima menit mengisap dengan lahap, Sherly bangkit, melepas seragamnya cepat, dan naik ke atas tubuh pasien.
Ia mengarahkan kontol Pak Hadi ke memeknya yang sudah sangat basah, lalu duduk perlahan. 1122Please respect copyright.PENANAL6o9wMbAUg
“Uhhh… besar sekali…” erang Sherly sambil mulai menggoyang pinggulnya. 1122Please respect copyright.PENANA1QW1s16Cec
Payudaranya yang besar bergoyang-goyang di depan wajah Pak Hadi. Pria tua itu langsung meremas dan mengisap puting Sherly dengan rakus.
Sherly menunggangi Pak Hadi dengan irama sedang tapi dalam, memeknya menghisap kontol pasien setiap kali naik turun. Tak lama kemudian, Pak Hadi tidak tahan. Ia menyemburkan sperma panasnya ke dalam memek Sherly sambil mengerang keras.
Sherly tersenyum puas, membersihkan kontol Pak Hadi dengan mulutnya sampai bersih, lalu berpakaian kembali.1122Please respect copyright.PENANADGmAQGNwSe
“Istirahat yang nyenyak ya, Pak. Besok saya datang lagi.”
Setelah keluar dari ruangan Pak Hadi, Sherly merasa nafsunya justru semakin membara. Sperma yang masih menetes di dalam memeknya membuatnya semakin horny.
Ia melangkah ke ruangan Ryan.
Ryan sedang terjaga, menatap langit-langit. Saat Sherly masuk dan mengunci pintu, ia langsung tahu apa yang akan terjadi. 1122Please respect copyright.PENANAdW1GS2BMMc
“Sus Sherly… lagi?”
Sherly tersenyum genit sambil melepas seragamnya di depan Ryan. “Malam ini saya mau yang lebih lama. Kamu siap?”
Ia naik ke ranjang, langsung membungkuk di antara kaki Ryan, dan menyumpal kontol pria itu ke dalam mulutnya. Kali ini ia lebih ganas. Ia mengisap, menjilat, dan mengulum bola-bola Ryan bergantian dengan rakus. Kontol Ryan yang panjang dan tebal cepat menjadi batu keras di dalam mulut Sherly.
“Gluck… gluck… gluck…"1122Please respect copyright.PENANAKCyasvNrdH
" ahh… enak banget kontolnya…” desah Sherly di sela-sela mengisap.
Setelah kontol Ryan basah kuyup oleh air liurnya, Sherly naik dan mengangkangi wajah Ryan.1122Please respect copyright.PENANA3lJBUeSyi6
“Jilat memek saya dulu.”
Ryan langsung menjulurkan lidahnya, menjilat memek Sherly yang sudah bercampur sperma Pak Hadi. Sherly mendesah keras, menggoyang pinggulnya di atas wajah Ryan sambil meremas payudaranya sendiri.
Tak tahan lagi, Sherly berbalik, mengarahkan kontol Ryan ke memeknya, dan duduk perlahan sampai kontol itu menghunjam penuh ke dalam rahimnya.
“Ahhhhh… dalem banget…” erang Sherly.
Ia mulai mengentot Ryan dengan ganas. Tubuhnya naik turun cepat, payudaranya bergoyang liar. Bunyi “plok plok plok plok” memenuhi ruangan setiap kali memeknya bertemu pangkal kontol Ryan. Sherly menjerit kecil setiap kali kontol Ryan menghantam titik G-nya.
Ryan memegang pinggul Sherly, membantu mendorong dari bawah meski kakinya terluka.1122Please respect copyright.PENANAMjyo8g9tIe
“Suster… memekmu sangat enak… ketat dan basah sekali…”
Sherly semakin liar. Ia berbalik posisi menjadi doggy style di tepi ranjang. Ryan berdiri di belakangnya (meski agak pincang) dan menghunjamkan kontolnya dengan kuat dari belakang.
Plak! Plak! Plak! Plak!
“Lebih keras! Entot saya lebih keras!” teriak Sherly sambil menggoyang bokongnya ke belakang.
Ryan mengentotnya dengan tempo cepat dan dalam. Sesekali ia menampar bokong Sherly hingga memerah. Sherly orgasme pertama kali dengan hebat, memeknya mengejang kuat menggigit kontol Ryan, cairan squirt-nya menyembur keluar membasahi ranjang.
Tapi Sherly belum mau berhenti. Ia meminta Ryan berbaring lagi, lalu naik kembali dan mengentotnya dalam posisi cowgirl sambil menghadap ke belakang. Bokongnya yang bulat naik turun dengan cepat, memperlihatkan kontol Ryan yang keluar masuk memeknya dengan jelas.
Setelah hampir 40 menit berganti-ganti posisi, Ryan akhirnya tidak tahan. 1122Please respect copyright.PENANAbeWFS0Yxm4
“Saya mau keluar, Sus!”
“Keluar di dalam… isi penuh memek saya!” perintah Sherly sambil mempercepat gerakannya.
Ryan mengerang panjang, menyemburkan sperma panasnya dalam jumlah banyak ke dalam rahim Sherly. Sherly orgasme bersamaan, tubuhnya bergetar hebat, memeknya berkedut-kedut menikmati banjir sperma yang memenuhinya.
Setelah puas, Sherly membersihkan kontol Ryan dengan mulutnya lagi, menjilat bersih setiap tetes sperma yang tersisa. Ia mencium ujung kontol Ryan sambil tersenyum nakal.
“Besok malam saya akan datang lagi… dan kali ini mungkin saya ajak teman perawat saya yang juga suka layanan spesial ini.”
Ryan hanya bisa tersenyum lemas, napasnya masih tersengal.1122Please respect copyright.PENANAMl73S3iW1W
“Saya tunggu, Sus…”
Sherly memakai seragamnya kembali, merapikan rambut, dan keluar dari ruangan dengan langkah ringan. Di dalam memeknya, campuran sperma Pak Hadi dan Ryan masih terasa hangat, membuatnya tersenyum puas sepanjang sisa shift malamnya.
Dan begitulah rutinitas Sherly setiap malam di rumah sakit — memberikan “layanan kesehatan” yang jauh lebih memuaskan daripada obat biasa.
ns216.73.217.69da2


