Bagian 1 – Malam dengan Dua Pasien VIP
Sherly melangkah pelan di koridor lantai 5 rumah sakit swasta mewah itu. Jam sudah menunjukkan pukul 20.15. 989Please respect copyright.PENANAQ7gAySF91Q
Lampu neon putih menyinari seragam perawatnya yang ketat, membuat payudara 36D-nya terlihat semakin montok dan bokongnya yang bulat sempurna bergoyang menggoda setiap langkah. 989Please respect copyright.PENANAGwLQ9KgXQy
Rambut hitamnya yang panjang diikat ponytail rapi, tapi bibir tebalnya yang merah alami dan mata sipitnya yang selalu penuh nafsu membuat siapa pun yang melihatnya langsung tahu: perawat ini bukan perawat biasa.
Di dalam hati Sherly, api sudah menyala sejak sore tadi. Nafsunya hari ini luar biasa besar. Sudah dua hari ia tidak “melakukan layanan spesial” karena shift siang yang ramai. Memeknya terasa panas dan basah sejak tadi pagi, setiap kali ia membayangkan kontol pasien yang tebal dan keras.989Please respect copyright.PENANASagFBYrP6m
“Malam ini aku harus puas banget,” gumamnya dalam hati sambil meremas pelan payudaranya sendiri di balik seragam saat tidak ada orang.
Ruangan VIP 501 dan 502 berada di ujung koridor yang sepi. Hanya dua pasien di sana malam ini.
- Pak Hadi, 58 tahun, pengusaha kaya raya, dirawat karena serangan jantung ringan. Tubuhnya masih kekar meski sudah tua, kontolnya tebal dan berurat, meski agak lambat bangun.
- Ryan, 32 tahun, pria tampan bertubuh atletis, patah tulang kaki kanan akibat kecelakaan motor. Kontolnya panjang, lurus, dan selalu siap tempur.
Sherly tersenyum nakal. Malam ini ia akan melayani keduanya, bergantian, berulang-ulang, sampai memeknya penuh sperma dan tubuhnya lelah puas.
Ia masuk ke ruangan 501 lebih dulu. Pintu dikunci pelan dari dalam. Cahaya redup lampu tidur membuat suasana semakin intim.
“Malam, Pak Hadi… Suster Sherly datang cek kondisi Bapak,” katanya manis, tapi suaranya sudah agak serak karena nafsu.
Pak Hadi membuka mata, tersenyum lebar melihat Sherly yang sudah membuka dua kancing atas seragamnya. Belahan payudaranya terlihat jelas.
“Sus… kamu datang juga. Aku sudah nunggu dari tadi,” jawabnya parau.
Sherly mendekat ke ranjang, meletakkan tangan di paha Pak Hadi yang masih kuat. 989Please respect copyright.PENANAObrwkretcE
“Obat biasa sudah diminum, Pak? Atau Bapak mau obat spesial dari saya malam ini?”
Tanpa menunggu jawaban, Sherly menurunkan selimut pasien. Celana rumah sakit Pak Hadi sudah menonjol. Sherly menarik celana itu ke bawah dengan satu gerakan. Kontol Pak Hadi yang tebal, berurat, dan kepala kontolnya besar langsung terbebas. Sudah setengah keras.
Sherly menjilat bibirnya.989Please respect copyright.PENANAd1HL23GMZc
“Wah… kontol Bapak sudah ngaceng. Besar dan tebal sekali.” Ia langsung berlutut di samping ranjang, membuka mulut lebar, dan menyumpal kontol itu dalam satu kali teguk. 989Please respect copyright.PENANAs6nQaz5dnm
“Gluck… gluck… gluck…” Suara isapan basah langsung memenuhi ruangan.
Pak Hadi mendesah panjang, tangannya memegang kepala Sherly.989Please respect copyright.PENANAKoStOVnFhp
“Ahhh… enak sekali, Sus… lidahmu panas… isap lebih dalam lagi…”
Sherly tidak perlu disuruh dua kali. Ia menelan kontol Pak Hadi sampai ke pangkal, deepthroat tanpa mual. Air liurnya menetes deras ke bola-bola pasien yang sudah keriput tapi masih penuh sperma. Lidahnya berputar-putar di batang, menjilat urat-urat yang menonjol, sementara tangannya memijat bola-bola itu pelan. Setiap beberapa detik ia menarik kepala ke belakang, mengeluarkan kontol dengan bunyi “pop”, lalu menjilat dari bawah ke atas sambil menatap mata Pak Hadi dengan pandangan mesum.
“Enak, Pak? Kontol Bapak enak banget diisap… tebal, berdenyut… saya suka sekali,” bisik Sherly sambil terus mengisap rakus.
Pak Hadi mengerang.989Please respect copyright.PENANALFYVDRLfyR
“Kamu jago banget, Sus… lebih cepat… isap lebih kuat…”
Sherly mempercepat gerakan kepalanya. Mulutnya naik turun cepat, pipinya cekung karena mengisap keras. Air liurnya sudah membasahi selangkangan Pak Hadi. 989Please respect copyright.PENANA8EMScV4W2C
Setelah sepuluh menit mengisap tanpa henti, Sherly merasa memeknya sudah banjir. Ia bangkit, melepas seragam perawatnya satu per satu di depan Pak Hadi. Bra putihnya dilepas, payudara besarnya melompat keluar, putingnya sudah mengeras seperti batu. Celana dalamnya basah sekali, ia tarik ke bawah dan lempar ke lantai.
Sherly naik ke ranjang, mengangkangi pinggang Pak Hadi, dan mengarahkan kontol yang sudah licin penuh air liur ke memeknya yang licin dan panas.
“Uhhhh… masuk, Pak…” erangnya pelan saat kontol tebal itu merenggangkan memeknya perlahan. Ia duduk perlahan sampai pangkal kontol Pak Hadi menghunjam dasar rahimnya. 989Please respect copyright.PENANAZzMhD52DJh
“Ahhhh… penuh sekali… tebal banget kontol Bapak…”
Sherly mulai menggoyang pinggulnya naik turun. Payudaranya yang besar bergoyang-goyang liar di depan wajah Pak Hadi. Pria tua itu langsung meraih kedua payudara itu, meremas kuat, dan mengisap putingnya bergantian dengan rakus.
“Plok… plok… plok… plok…” Bunyi basah memek Sherly yang naik turun memenuhi ruangan. Ia semakin cepat, memeknya menghisap kontol Pak Hadi setiap kali turun. Cairan memeknya menetes deras ke bola-bola pasien.
“Enak, Pak? Memek saya enak nggak? Ketat dan basah kan?” tanya Sherly sambil mendesah.
“Enak sekali, Sus… memekmu panas banget… menggigit kontolku…” jawab Pak Hadi sambil menggigit puting Sherly pelan.
Sherly orgasme pertama datang cepat. Tubuhnya bergetar hebat, memeknya mengejang kuat menggigit kontol Pak Hadi.989Please respect copyright.PENANAyj0MxCzmfH
“Ahhh… keluar… saya keluar, Pak!!” jeritnya kecil sambil squirt sedikit, cairannya menyembur keluar membasahi perut Pak Hadi.
Tapi Sherly belum puas. Ia turun, membalik posisi menjadi doggy style di tepi ranjang. Bokongnya yang bulat dan putih terangkat tinggi.989Please respect copyright.PENANAuYCwLA5ulx
“Sekarang dari belakang, Pak. Entot saya keras-keras.”
Pak Hadi, meski jantungnya lemah, nafsunya sudah membara. Ia berdiri di belakang Sherly (dengan hati-hati), memegang pinggul perawat itu, dan menghunjamkan kontolnya dalam sekali hentakan.
“Plak!!” Suara tabrakan kulit keras.
“Ya ampun… dalem banget!! Entot terus, Pak!! Lebih keras!!” teriak Sherly sambil menggoyang bokongnya ke belakang.
Pak Hadi mengentot dengan irama cepat. 989Please respect copyright.PENANAhESbTj2Nes
Plak! Plak! Plak! Plak! 989Please respect copyright.PENANAxSQMCf5Uke
Setiap hujaman membuat payudara Sherly bergoyang liar. Sherly meremas seprai, mulutnya terbuka, lidahnya menjulur karena kenikmatan.
“Memekmu enak sekali, Sus… ketat… basah… aku mau keluar di dalam ya?”
“Keluar di dalam saja, Pak!! Isi penuh memek saya!!” perintah Sherly.
Pak Hadi mengerang panjang. Sperma panasnya menyembur deras ke dalam rahim Sherly, banyak sekali, sampai memek perawat itu penuh dan kelebihan menetes keluar.
Sherly orgasme kedua kali, tubuhnya kejang hebat, memeknya berkedut-kedut menikmati banjir sperma.
Setelah selesai, Sherly membersihkan kontol Pak Hadi dengan mulutnya lagi, menjilat bersih setiap tetes sperma dan cairan memeknya sendiri. Ia mencium ujung kontol Pak Hadi dengan mesra.
“Istirahat dulu, Pak. Saya ke sebelah dulu ya… ada pasien lain yang juga butuh layanan spesial. Nanti saya balik lagi untuk ronde kedua.”
Pak Hadi hanya tersenyum lemas, napasnya tersengal.989Please respect copyright.PENANAbPnCyIIM2R
“Saya tunggu, Sus… kamu luar biasa.”
Sherly memakai seragamnya lagi, tapi tidak mengenakan celana dalam. Sperma Pak Hadi masih menetes pelan dari memeknya saat ia berjalan ke ruangan 502.
Ia masuk ke kamar Ryan tanpa mengetuk. Pintu dikunci lagi.
Ryan sudah terjaga, kontolnya sudah setengah keras di balik selimut karena mendengar suara erangan samar dari ruangan sebelah.
“Sus Sherly… kamu habis dari Pak Hadi ya?” tanyanya sambil tersenyum nakal.
Sherly tersenyum genit, langsung melepas seragamnya di depan Ryan. Payudaranya yang montok dan memeknya yang masih basah penuh sperma Pak Hadi terpampang jelas.
“Benar. Sekarang giliran kamu. Malam ini aku mau yang lama dan ganas. Kamu siap, Ryan?”
Sherly naik ke ranjang, langsung membungkuk di antara kaki Ryan. Kontol pria muda itu langsung disumpal ke dalam mulutnya tanpa basa-basi. 989Please respect copyright.PENANAr89LYTEKUx
“Gluck… gluck… gluck… gluck…” Ia mengisap dengan rakus, lebih ganas daripada tadi. Lidahnya menari di kepala kontol, menjilat lubang kecil di ujung, lalu menelan sampai ke pangkal berulang-ulang.
Ryan mendesah keras.989Please respect copyright.PENANA11TSHsxWUv
“Ahhh… Sus… mulutmu enak banget… isap lebih dalam… ya gitu…”
Sherly menjilat bola-bola Ryan, mengulum satu per satu, lalu kembali mengisap batang kontol yang sudah batu keras. Air liurnya menetes deras. Setelah 15 menit oral yang intens, Sherly naik dan mengangkangi wajah Ryan.
“Jilat memek saya dulu. Rasain campuran sperma Pak Hadi dan cairan memek saya.”
Ryan langsung menjulurkan lidahnya, menjilat memek Sherly yang masih penuh sperma. Lidahnya masuk dalam, menghisap cairan kental itu, menjilat klitoris yang sudah bengkak. Sherly menggoyang pinggulnya di atas wajah Ryan, meremas payudaranya sendiri, mencubit putingnya sambil mendesah keras.
“Enak, Ryan? Jilat lebih dalam… hisap memek saya… ahhh… enak sekali…”
Setelah memeknya semakin basah, Sherly berbalik, mengarahkan kontol Ryan yang panjang ke memeknya, dan duduk perlahan sampai kontol itu menghunjam penuh.
“Ahhhhhh… panjang sekali… sampai rahim!!” jerit Sherly.
Ia mulai mengentot Ryan dalam posisi cowgirl. Naik turun cepat, payudaranya bergoyang liar. 989Please respect copyright.PENANAauQQKHkSQD
Bunyi “plok plok plok plok plok” memenuhi ruangan. Setiap kali ia turun, kontol Ryan menghantam titik G-nya dengan keras.
Ryan memegang pinggul Sherly, mendorong dari bawah.989Please respect copyright.PENANAiIctXU9E5l
“Memekmu sangat enak, Sus… ketat… basah… penuh sperma orang lain tapi masih enak banget…”
Sherly semakin liar. Ia berbalik menghadap belakang, bokongnya yang bulat naik turun cepat. Ryan bisa melihat jelas kontolnya keluar masuk memek Sherly yang mengembang.
“Plok! Plok! Plok!” Bunyi semakin keras.
Sherly orgasme ketiga malam itu. Cairannya squirt deras, membasahi perut Ryan. Tapi ia tidak berhenti. Ia turun, membungkuk di tepi ranjang, dan meminta Ryan mengentot dari belakang.
Ryan berdiri (meski kakinya sakit, nafsu mengalahkan semua), memegang pinggul Sherly, dan menghunjam sekuat tenaga.
Plak! Plak! Plak! Plak! Plak!
“Lebih keras, Ryan!! Entot memek saya sampai rusak!! Ahhh… ya… gitu… dalem!!” teriak Sherly tanpa takut terdengar.
Ryan mengentotnya tanpa ampun. Sesekali menampar bokong Sherly hingga memerah. Sherly orgasme lagi, kali ini lebih hebat, memeknya menyembur cairan squirt yang membasahi lantai.
Setelah hampir 30 menit mengentot ganas, Ryan mengerang.989Please respect copyright.PENANANqdpJs6ezT
“Saya mau keluar, Sus!!”
“Keluar di dalam!! Isi memek saya penuh-penuh!! Campur dengan sperma Pak Hadi!!” perintah Sherly sambil mengerutkan memeknya.
Ryan menyemburkan sperma panasnya dalam-dalam, banyak sekali, sampai memek Sherly penuh dan kelebihan mengalir keluar di sepanjang paha perawat itu.
Sherly orgasme terakhir di ronde pertama ini, tubuhnya bergetar hebat selama hampir satu menit penuh.
Setelah itu, Sherly membersihkan kontol Ryan dengan mulutnya lagi, menjilat bersih, lalu menciumnya mesra.
“Istirahat sebentar, Ryan. Saya balik ke Pak Hadi dulu untuk ronde kedua. Nanti saya kembali lagi ke sini. Malam ini belum selesai… aku masih mau berkali-kali.”
Ryan tersenyum lemas. 989Please respect copyright.PENANAf4HcuD4oKf
“Saya tunggu, Sus… kamu gila sekali… tapi aku suka.”
Sherly memakai seragamnya lagi, memeknya sekarang penuh campuran sperma dua pria. Ia berjalan kembali ke ruangan Pak Hadi dengan senyum puas. Malam masih panjang. Shift malamnya baru mulai.
Dan begitulah Sherly — perawat dengan nafsu tak terbatas — akan terus melayani kedua pasiennya sepanjang malam, bergantian, berulang, sampai pagi menjelang.
ns216.73.217.31da2


